An-Nur:31(mengenai jilbab)

Ads

Zahra Muslimah | Mukena with different pattern design, style and color

Zahra Muslimah Collection | Mukena with different pattern design, style and color

 

Surat An-Nur:31 salah satunya mengenai jilbab untuk wanita

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita…” (An-Nur:31).

link: http://nafazprint2002.multiply.com/journal/item/498

38 Comments to "An-Nur:31(mengenai jilbab)"

  1. Khadijah's Gravatar Khadijah
    August 11, 2012 - 06:41 | Permalink

    maaf yah, sy mau tanggapi.. sebenarnya kerudung dan jilbab itu berbeda.. kalo dalam surah ini An Nuur bukan mengenai jilbab, tetapi mengenai kerudung.. kerudung dalam kitab Imam Al Qurthubi bahwasanya kerudung adalah kain yang hnya menutupi kepala, bahu hingga dada wanita. sedangkan jilbab itu d bahas dalam surah Al Ahzab ayat 59 “Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin “Hendaklah mereka menutupkan jilbab ke seluruh tubuh mereka” yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang”. Jadi jilbab d artikan baju yg ukurannya besar dari kerudung yg fungsinya menutupi dan mengulurkan ke seluruh tubuh, yg biasa kita sebut “gamis” yg pnjang melewati mata kaki, tidak ketat, tdk sempit, tdk tipis dan tdk transparan.

    dan keduanya ini harus jalan bersamaan jilbab dan kerudung hukumnya wajib bagi setiap wanita muslimah.

  2. August 18, 2012 - 03:19 | Permalink

    @Khadijah

    Tks atas masukannya 🙂

  3. October 29, 2012 - 12:17 | Permalink

    Masukan lagi, jangan mengkutip ayat yang menggunakan terjemahan bahasa indonesia.. Karena bahasa Indonesia miskin kosakata..

    And tell the believing women to reduce [some] of their vision and guard their private parts and not expose their adornment except that which [necessarily] appears thereof and to wrap [a portion of] their headcovers over their chests and not expose their adornment except to their husbands, their fathers, their husbands’ fathers, their sons, their husbands’ sons, their brothers, their brothers’ sons, their sisters’ sons, their women, that which their right hands possess, or those male attendants having no physical desire, or children who are not yet aware of the private aspects of women. And let them not stamp their feet to make known what they conceal of their adornment. And turn to Allah in repentance, all of you, O believers, that you might succeed. (An-Nur : 31)

  4. Dokter abimanyu's Gravatar Dokter abimanyu
    June 29, 2014 - 11:18 | Permalink

    An Nur 31 : jilbab tidak wajib untuk orang Indonesia

    Tafsir yang benar dari suatu ayat, tafsir itu haruslah memenuhi rasa keadilan setiap orang dan setiap orang merasakan kasih sayangNYA. Karena pada dasarnya ayat adalah ucapan Tuhan / firman Tuhan atau firman Allah swt. Bukankah Tuhan / Allah itu maha adil dan rahmatan lil alamin , yang maha adil dan mencintai seluruh alam , seluruh bangsa , seluruh suku yang ada di dunia ini?
    Seluruh bangsa di dunia ini punya kebanggan dan kecintaan pakaiannya sendiri, seperti bangsa Jepang dengan kimononya, bangsa Korea dengan Hanbooknya, bangsa Indonesia dengan Kebayanya, orang Papua suku Dani dengan rumbai-rumbainya dan hampir ratusan bahkan ribuan suku2 lain di dunia ini punya pakaian kebanggan dengan segala macam modelnya.
    Pewajiban jilbab belum tentu menyenangkan individu -individu pada bangsa bangsa tersebut. Hal ini karena ada rasa menyintai adat istiadatnya sendiri , kenyamanan ( panas/sumuk yang menyiksa bila dipakai siang hari) , Lebih sreg ( pas) dengan pakaiannya sehari2 dengan rambut di kucir , bila seorang peragawati terkait dengan pekerjaannya mencari nafkah yang halal dan ada puluhan lagi alasan yang tentu para wanita itu sendirilah yang tahu. Kondisi seperti ini , pewajiban jilbab berubah menjadi PEMAKSAAN jilbab .
    Tafsir seperti ini tentu , sangat bertentangan dengan firman Allah sendiri …..MAHA ADIL DAN MENYAYANGI SELURUH UMATNYA .
    Marilah kita kembali ke firmannya :

    “Katakanlah: “Tiap-tiap orang berbuat menurut pembawaannya masing-masing”. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.”

    Al Isra 17 84

    Sebuah firman yang mengatur , membolehkan setiap orang berpakaian sesuai adat tradisinya masing2 . Penjelasan kata PEMBAWAAN diatas sudah sangat jelas , yaitu adat istiadat yang dibawa dari sukunya . Kemudian Tuhan Yang Maha Pengasih lagi menyayangi seluruh umatnya tanpa kecuali itu , berfirman dalam salah satu ayatnya yang mencerminkan keadilan bagi seluruh umatnya yang berbagai macam ragam , dengan jumlah ribuan suku itu , An Nur 31 :
    “…janganlah mereka menampakkan hiasan (anggota badan) mereka, kecuali anggota badan yang biasa tampak…”……..atau dengan bahasa jawa :
    “ …awakmu kuwi tutupono kejobo sing biasane ketok…”

    Inilah aturan SOPAN SANTUN yang adil dan sempurna, karena dapat digunakan di seluruh suku bangsa di dunia ini. Di Indonesia misalnya dengan pakaian adat kebaya , kita di bolehkan memperlihatkan rambut, leher , telinga , lengan tangan ., karena anggota badan ini biasa tampak , sehingga SOPAN saja. Tetapi menurut ayat ini kita tidak dibolehkan memperlihatkan payudara, karena bila dilanggar akan melanggar kesopanan yang luar biasa , karena anggota badan ini TIDAK BIASA TAMPAK

    Di Arab Saudi misalnya, dengan pakaian jilbabnya. Ibnu Abbas ra. seorang sahabat Nabi , mengatakan yang boleh tampak adalah WAJAH DAN TELAPAK TANGAN , karena memang pada pakaian tradisi jilbabnya , yang biasa tampak adalah kedua anggota badan ini . Rambut , karena tidak biasa tampak, seperti halnya payudara di Indonesia , termasuk AURAT yang tidak boleh tampak , karena bila tampak , tentu akan melanggar kesopanan di sukunya…….inilah mengapa rambut dianggap aurat.Kita sekarang faham mengapa seluruh ulama mereka sepakat, rambut adalah aurat , KARENA MEREKA ORANG ARAB / TIMUR TENGAH yang mempunyai tradisi jilbab. Ulama kita hanya ikut2an saja. Rambut di indonesia bukan aurat, faktanya anda melihat wanita terlihat rambutnya tidak ada perasaan risih atau terangsang toh?..seperti terlihatnya payudara. ..? Karena Ini hanya pendapat orang tentang masalah budaya. ALLAH MAHA ADIL , ITU SEBABNYA TUHAN TIDAK PERNAH MENGATAKANNYA /BERFIRMAN DEMIKIAN.
    Demikian pula Ibnu Masud ra , dengan pakaian jilbab yang menutupi seluruh tubuhnya termasuk wajah. memahami yang boleh tampak bagi seorang wanita HANYA PAKAIANNYA SAJA. Sehingga beliau Ibnu Masud ra. mengeluarkan pernyataan ; seorang wanita , tidak boleh menampakkan seluruh anggota badannya , karena seluruh tubuh wanita adalah Aurat.

    Tentang masalah jilbab : semua agama di India , Hindu , budha dan timur tengah yahudi , kristen mewajibkannya, kecuali agama Islam , pada surat an nur 31 dan al isra 84 diatas yang membolehkan semua bangsa dengan pakaian budayanya masing2. Inilah buktinya :

    RigVeda Bk 8 Hym 33 V 19: Modesty of a Women: Hinduism Cast down thine eyes and look not up. More closely set thy feet. Let not the garments reveil what the viel conciels , for thou, Brahma hast made you a dame (women).

    Terjemahan bebasnya : Kesederhanaan bagi perempuan Hindu : matamu harus melihat kebawah dan tidak boleh melihat keatas, kakimu harus tertutup rapat – rapat. Janganlah menyingkap JILBAB /HIJABmu, karena Brahma menciptakanmu sebagai yang terkutuk ( wanita).
    Wanita harus menahan pandangannya , harus melihat kebawah , tidak boleh melihat keatas , ayat hindu ini sudah ada 2600 tahun sebelum turunnya An Nur 31 ( mohon dicermati kalimat pertamanya : ” katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya…”, perhatikan kemiripannya). Tuhan memang adil , seluruh manusia di dunia diperlakukan adil , semua diberi petunjuk.

    Dalam injil , silahkan buka : Korintus 11:5: ” Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya.6. Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya”.

    Lihat jilbabnya : google ketik images : Hindu veil , nun budhist (mereka malah lebih hebat lagi, rambut adalah aurat , sampai2 rambut dicukur gundul). Jews veil , christian orthodox veil. Alquran adalah Alfurqan…sang pembeda. Tapi, tidak apa apa tentang jilbab ini, karena pemakainya merasa nyaman dan baik karena dirasa paling sesuai agama. Tapi janganlah jilbab , kita memaksakan/mewajibkannya karena akan memusnahkan kekayaan kebudayaan kita di seluruh indonesia. Ketik google images : pakaian tradisi nusantara.

    Maaf tadi ada yang kurang. Lanjutan. ISLAM ARTINYA DAMAI. Karena YANG WAJIB DALAM ISLAM adalah BERBUAT KEBAJIKAN, BERBUAT ADIL diantara agama2.
    Marilah kta kembali kefirmannya yang jelas pasti ketimbang hal hal yang bersifat budaya. Kewajiban berbuat kebajikan ( amal : berbuat , sholeh: kebajikan) disebut 91 ayat. Inilah yang benar2 wajib. Kita harus mengembangkan ini. Berbuat baik ( amal sholeh) kepada sesama

    Al Kahf 18. 107. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal./

    Al hajj 22. 23. Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara. dan pakaian mereka adalah sutera.

    Saat-saat pertama kali , sang nabi mengumumkan kenabiannya , lumrah saja beliau di olok-olok dengan penuh nafsu amarah, oleh pemeluk agama2 yang sudah ada di Makkah dan Madinah saat itu yakni Yahudi dan Nasrani , tapi Allah swt berfirman

    Asyura 15 : “Maka karena itu serulah (mereka kepada agama ini) dan tetaplah sebagai mana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah : “Aku beriman (percaya) kepada semua Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil diantara kamu. Allah-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah kembali (kita) “.

    Sejarah biarlah berlalu. Kita lupakan , tidak usah dendam pada agama2 itu. Karena bila rasa dendam disuburkan, kita akan terjebak seperti IRAK , MESIR ATAU NEGARA – NEGARA ISLAM DI TIMUR TENGAH LAINNYA. Setiap hari penuh dengan darah pembunuhan, kekerasan, perkosaan. Sewajarnya seperti kita telah memaafkan bangsa Belanda yang menjajah kita selama 350 tahun. Apakah kita akan terus berseteru dengan Belanda? Sebuah kehidupan yang menyesakkan karena penuh dendam kesimat .Kembali lagi, kemasalah agama, SUDAHKAH KITA BERLAKU ADIL TERHADAP MEREKA? Ini perintah yang jelas dan riil. Saya khawatir bila mereka kita zalimi di jawa, muslim di flores , papua , ambon akan di zalimi juga. Pecahlah perang saudara. Akhirnya kita semua sengsara.

    Saya teringat kata kata bijak Martin Luther King :
    ” injustice anywhere is a threat to justice everywhere”.

    Ketidak adilan di suatu tempat akan mengancam ketidak adilan ditempat lain. Karena ketidak adilan umat Nasrani di Jawa akan mengancam ketidak adilan umat muslim di Papua, NTT, Ambon. .Saya khawatir bila mereka kita zalimi di jawa, umat muslim di flores , papua , ambon akan di zalimi juga. Pecahlah perang saudara. Akhirnya kita semua sengsara .

    Wallahu a’lam bishawab. Hanya Tuhanlah yang mengerti jawaban sebenar benarnya. Mohon maaf bila ada kata2 yang tidak berkenan di hati anda.

  5. Dokter abimanyu's Gravatar Dokter abimanyu
    June 29, 2014 - 15:06 | Permalink

    Selengkapnya anda dapat membuka blog saya : Blog Dokterabimanyu bagi wanita Indonesia jilbab tidak wajib, benarkah? Dan punahnya budaya Indonesia. Dan , blog Dokterabimanyu tafsir Al Ahzab 59 dan An Nur 31 jilbab tidak wajib.

  6. syahfirdy's Gravatar syahfirdy
    July 3, 2014 - 06:20 | Permalink

    astaughfirullah sebagai muslim kita saling mengingatkan, ayat yang kalian masukan semua tidak ada yang salah,” yang salah pada masing2 individu berbeda cara berfikirnya”. jilbab maupun kerudung digunakan untuk “melindungi aurat wanita” (jika aurat tersebut tidak tertutup apa ada jaminan bahwa wanita tersebut terlindung dari siksa kubur…?) seperti pada hadist & al-qura’an yaitu 2 hal yang diamanatkan baginda rosul untuk kita umat manusia sebagai penuntun kejalan yang lurus yaitu jalan orang yang beriman (rahmatan lil alamin) dan bukan jalannya orang yang sesat.

  7. Dokter abimanyu's Gravatar Dokter abimanyu
    July 4, 2014 - 20:20 | Permalink

    Baiklah sebelumnya saya akan bertanya pada anda. Aurat wanita itu mana saja? Tentu anda bilang rambut adalah aurat . Katanya ada di Alquran dan Hadits. Tolong saya yang awam ini di tunjukkan ayat Alquran dan haditnya. Yang kedua mengapa Para dekan dan profesor cendekiawan muslim Indonesia di IAIN MENGHASILKAN KESEPAKATAN JILBAB BELUM TENTU WAJIB. ?…selengkapnya : Ulama-ulama Indonesia pada Forum pengkajian Islam IAIN Syarif Hidayatullah pada Maret 1988: dalam seminar tentang jilbab tidak menunjukkan batas aurat yang wajib ditutup menurut hukum Islam, dan menyerahkan kepada masing-masing menurut situasi, kondisi dan kebutuhan.

    Anda menyatakan kaki adalah aurat ada gak ayat yang menyatakannya?. Dan mengapa Imam Abu Hanifah (w.767 M) : memasukkan kaki bukan Aurat (5). Dan muridnya Abu Yusuf (w.798 M) : memasukkan kedua tangan wanita bukan aurat (5)
    Ulama dulu ketika saya sma di tahun 1976 tak satupun yang. Enyatakan jilbab adalah wajib. Anda tidak percaya?. Cobalah lihat foto ibu, nenek, atau foto2 lama, filem2 lama kita. Boleh juga anda membuka google ketik pprof DR. Quraish Shihab menyatakan jilbab tidak wajib. Juga Prof. DR. Nur cholis Majid atau Gus Dur. Coba saya di jelaskan. Mungkin pendapat andalah yang benar. Karena saaya sedang cari kebenaran , bukan pembenaran
    Bangsa Indonesia dan generasi muda harus benar2 belajar dan memahami tentang aurat ini. Jangan hanya ikut2an saja. Karena kesalah pahaman ini , akan memusnahkan budaya kita, termasuk budaya anda bukan?

    Mohon maaf bila ada kata2 yang menyinggung perasaan anda.

  8. July 5, 2014 - 00:22 | Permalink

    astagfirullah, kenapa bisa mengartikan jilbab tidak wajib?sudah jelas itu quran kenapa harus disesuakan dengan budaya?quran itu untuk semua umat dunia memangnya nanti neraka itu juga beda2 ya dok?khusus untuk orang indonesia khusus arab?ga laaah

  9. syahfirdy's Gravatar syahfirdy
    July 5, 2014 - 06:57 | Permalink

    Tidak ada perkataan yang menyinggung saudaraku (saya mohon maaf jika mungkin perkataan saya yang menyinggung saudaraku), setidaknya kita udah tau isi surat an nur 31, “Wanita itu adalah aurat, apabila dia keluar akan dibuat indah oleh syetan.”(Shahih. HR Tirmidzi 1093, Ibnu Hibban dan At-Thabrani dalam kitab Mu’jmu1 Kabir.Lihat A1-Irwa’: 273). apa yang menjadi perhiasan bagi seorang wanita…..? “Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.” (Al Ahzab :59). Ummu Salamah berkata: Wahai Rasulullah, bagaimana wanita berbuat dengan pakaiannya yang menjulur ke bawah? Beliau rbersabda: Hendaklah mereka memanjangkan satu jengkäl, lalu ia bertanya lagi: Bagaimana bila masih terbuka kakinya? Beliau menjawab: “Hendaknya menambah satu hasta, dan tidak boleh lebih”. (HR. Tirmidzi 653 dan berkata:“Hadits hasan shahih”). “Rasulullah sholAllohu ‘alaihi wassalam memerintahkan kami keluar untuk shalat ‘idul fitr dan ‘idul adha, baik yang masih gadis yang sedang menginjak dewasa, wanita-wanita yang sedang haidh maupun wanita-wanita yang dipingit. Adapun wanita-wanita yang sedang haidh mereka tidak ikut mengerjakan shalat, namun mereka menyaksikan kebaikan dan dakwah kaum muslimin. Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, salah seorang di antara kami ada yang tidak mempunyai jilbab. ‘Beliau menjawab, ‘Hendaklah saudarinya meminjamkan jilbabnya’”, sehingga “Tidak ada yang nampak darinya, kecuali lingkaran wajahnya.”.(HR. Bukhari No. 318). Saudara serta saudariku sekalian, terutama saudari2ku sekalian lindung diri kalian sebab dari kalian lah para ahli2 muslim terjaga. seperti kisah ibu asuh baginda rasul yang melahirkan banyak ahli2 muslim…

  10. syahfirdy's Gravatar syahfirdy
    July 5, 2014 - 07:21 | Permalink

    Bagi saudara dan saudari muslim yang ku cintai, semoga apa yang aku sampaikan bermanfaat dan dapat membantu.

  11. Dokter abimanyu's Gravatar Dokter abimanyu
    July 9, 2014 - 23:07 | Permalink

    Yang mewajibkan jilbab adalah Agama Hindu , Budha , Yahudi, Kristen. Agama Islam sesuai budaya masing2.Berikut ini buktinya .
    Aturan berjilbab saudara kita yang beragama Hindu Tertulis dalam kitab suci Weda , Rigveda atau Rigweda (2600 tahun sebelum wahyu Islam turun) :
    RigVeda Bk 8 Hym 33 V 19: Modesty of a Women: Hinduism Cast down thine eyes and look not up. More closely set thy feet. Let not the garments reveil what the viel conciels , for thou, Brahma hast made you a dame (women). (silahkan searching Google)
    Terjemahan bebasnya: Kesederhanaan bagi wanita Hindu: matamu harus melihat ke bawah dan tidak boleh melihat ke atas, kakimu harus tertutup rapat–rapat. Janganlah menyingkap jilbab (hijab)mu, karena Brahma menciptakanmu sebagai yang terkutuk (wanita).
    Lebih kurang 600 tahun sebelum turunnya Al-Quran, dalam Kitab Injil perjanjian baru di Korintius 11:5-6, menyatakan: “5.Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya. 6. Sebab jika perempuan tidak mau menudungi (mengkerudungi) kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah dia menudungi (mengkerudungi) kepalanya”. (silahkan searching Google)
    Sedang dalam Islam, Tuhan , Allah swt berkata/berfirman :
    “Katakanlah: “Tiap-tiap orang berbuat menurut pembawaannya masing-masing”. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.”
    Al Isra 17 84
    Sebuah firman yang mengatur , membolehkan setiap orang berpakaian sesuai adat tradisinya masing2 . Penjelasan kata PEMBAWAAN diatas sudah sangat jelas , yaitu adat istiadat yang dibawa dari sukunya .
    Kemudian Tuhan Yang Maha Pengasih lagi menyayangi seluruh umatnya tanpa kecuali itu , berfirman dalam salah satu ayatnya yang mencerminkan keadilan bagi seluruh umatnya yang berbagai macam ragam , dengan jumlah ribuan suku itu , An Nur 31 :
    “…janganlah mereka menampakkan hiasan (anggota badan) mereka, kecuali anggota badan yang biasa tampak…”……..atau dengan bahasa jawa :
    “ …awakmu kuwi tutupono kejobo sing biasane ketok…”
    Inilah aturan SOPAN SANTUN yang adil dan sempurna, karena dapat digunakan di seluruh suku bangsa di dunia ini. Di Indonesia misalnya dengan pakaian adat kebaya , kita di bolehkan memperlihatkan rambut, leher , telinga , lengan tangan ., karena anggota badan ini biasa tampak , sehingga SOPAN saja. Tetapi menurut ayat ini kita tidak dibolehkan memperlihatkan payudara, karena bila dilanggar akan melanggar kesopanan yang luar biasa , karena anggota badan ini TIDAK BIASA TAMPAK’
    Itulah sebabnya Alquran di sebut Alfurqon . Sang pembeda. Berbeda dari agama sebelumnya. Kalu jo;bab wajib, sesederhana itu, tidak akan ada silang pendapat samapai ribuan tahun.
    JILBAB WAJIB ATAU TIDAK? BERIKUT PANDANGAN PARA ULAMA.
    Ulama-ulama indonesia dulu di tahun 1980an sampai tatusan tahun ke belakang , tidak menganggap jilbab itu wajib.
    Forum pengkajian Islam IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta , pada Maret 1988 : dalam seminar tentang jilbab tidak menunjukkan batas aurat yang wajib ditutup menurut hukum Islam, dan menyerahkan kepada masing-masing menurut situasi, kondisi dan kebutuhan.
    Prof. DR . Quraish Shihab : google ketik : jilbab tidak wajib. Prof Dr. Nurcholis Majid. (12), Gus Dur . Ketik semua ini di Google.
    KH. Hasyim Asy’ari, ulama besar dan pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Sebagian besar ulama NU & Muhammadiyah di masa lalu (lihatlah foto-foto mereka zaman dulu yang masih terlihat rambutnya).
    Walisongo menciptakan dan menggubah seni tari tanpa jilbab.
    Sunan Kalijaga : menciptakan tarian-tarian yang tidak memakai jilbab.
    Ulama-ulama Keraton Yogyakarta, Keraton Surakarta, Keraton-keraton di Jawa Barat, dan lainnya, yang tak pernah melarang tari-tarian seni tradisional di wilayahnya masintg-masing. Dan, hingga sekarang tari-tarian tradisional itu masih tetap hidup dan berkembang.
    ULAMA DUNIA YANG MENGANUT PAHAM AURAT DARI SUDUT KEBIASAAN ( BUDAYA ) :
    Jilbab tidak wajib bagi suku bangsa yang tidak berbudaya jilbab ( sehingga tidak wajib bagi wanita Indonesia)
    Imam Al-Qarafi (w.684 H): ahli hukum (juris) Islam dalam mazhab Maliki(10: 6).
    Abu Ishaq asy Syathibi (w.1388 M) : ulama Tafsir.(5)
    Syekh Muhammad Abduh (w.1905): ulama besar pemikir dan pembaharu
    pemikiran Islam, sebagai penghormatan dijadikan nama Aula di Univ. Al Azhar
    Mesir. Mantan Mufti Mesir ( semacam ketua MUI .red) . .(5)
    Sayyid Muhammad Rasyid Ridha (w.1873); ulama besar, pembaharu.(5)
    Al’Asymawi (2002) : mantan Hakim Agung Mesir.(5)
    Qashim Amin (1908) : Pemikir Islam .(5)
    Syekh Muhammad Suad Jalal : ulama Universitas Al-Azhar , Mesir.(5),
    DR. Ir muhammad Syahrur (lahir 1939) : Pemikir Islam.(5)
    Muhammamad Ath-Thahir Ibn Asyur (w.1973): Pemikir Fiqh. .(5)
    Syekh Muhammad Ali as-Sais, dosen / Guru besar Fakultas Syariah dan hukum
    Univeritas Al-Azhar.(5)
    Jamaluddin Muhammad, mantan Sekjen Majelis Tertinggi Islam Mesir dan
    anggota dewan riset Islam Al-Azhar.(5)
    Muhammamad Ath-Thahir Ibn Asyur (1879-1973): intelektual Muslim kelahiran
    Tunisia yang sangat disegani dan dihormati.
    Dan lain-lainnya lagi.
    Ulama yang menganut paham aurat sesuai kebutuhan untuk bekerja (memudahkan wanita bekerja, untuk kehidupannya di dunia).

    Imam Abu Hanifah (w.767 M) : memasukkan kaki bukan Aurat (5).
    Abu Yusuf (w.798 M) : memasukkan kedua tangan wanita bukan aurat (5).
    Syekh Muhammad Ali as-Sais, dosen dan Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum Univeritas Al-Azhar (5).
    Muhammad Ali al-hasan dan Abdurahman Faris abu aliyah : cendekiaan Muslim lulusan Fakultas Syariah Ryadh, Saudi Arabia (5,134)
    Ulama kita sekarang , sejak 1980an akhir menganggap jilbab wajib.
    Kelompok Ulama yang memandang jilbab wajib (yang boleh tampak hanya wajah dan telapak tangan):

    Imam Ar-Raghib Al Ashfahani. Abdullah Ibnu Abbas.
    Syaikh Al audin AlMardawi.
    Imam / Madzab Syafii
    Ibnu Qudamah Al Maqdisi.
    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah
    Imam /Madzab Maliki.
    Syaikh Al Albany

    Kelompok ulama yang berpendapat jilbab menutupi seluruh tubuh (seluruh tubuh aurat, tidak satupun anggota badan yang boleh tampak) : 4 Oktober 2009 (Kompas)
    Syaikh Hammud At-Tuwaijiri.
    Dr. Sa’id Ramadhan Al Busi.
    Almarhum Syekh Benhas.
    Almarhum Abu Al-a’la Al Maududi.
    Mayoritas ulama Arab Saudi, negara Arab timur dan Asia Selatan
    Dan lain-lain (3).
    Demikianlah perbedaan – perbedaan itu , bila ada waku , silahkan anda berkunjung ke blog saya bila ingin mengetahui rinciannya . Ringkasan buku saya : Bagi wanita Indonesia Jilbab tidak wajib dan musnahnya budaya Indonesia.Buku ini saya himpun selama 5 tahun, untuk mengetahui megapa para Ulama yang hebat2 itu saling berbeda pendapat. Bila jilbab wajib hanya begitu saja , sesderhana itu, tentu tidak akan ada silang pendapat seperti ini. Saya bukan anti jilbab. Saya hanya ingin mendudukkan persoalan sebagai mana apa adanya ajaran Tuhan/Islam itu. Pakai jilbab boleh , tidak pakaipun boleh. Yang penting sopan dan santun. Tidak melanggar adat/budaya dimana kita tinggal.Karena ajaran Alquran adala SEORANG MUSLIM HARUS BERIMAN DAN MEMPUNYAI HATI YANG BAIK,JUJUR (orang sholeh). Sehingga perilakunya baik dan selalu berbuat kebajikan ( amal sholeh).
    Penulis hanya bisa mengucap Wallahu a’lam bishawab. Hanya Tuhanlah yang mengetahui jawaban yang sebenar-benarnya. Manusia hanya berusaha. Mohon maaf bila ada kata2 yang tidak berkenan

  12. syahfirdy's Gravatar syahfirdy
    July 11, 2014 - 16:09 | Permalink

    Saudaraku, apa yg anda posting itu adalah sebagai keyakinan dasar anda dari sisi pandang jilbab, seperti posting awal saya tidak ada salah dr posting anda karena keyakinan timbul berasal dr pemikiran anda. Sedangkan semua manusia juga sama pasti berbeda pemikiran. Pada akhirnya dr keyakinan2 (pemikiran2) tersebut mempunyai tanggung jawab dihadapan maha pencipta. Semoga kita semua slalu dibukakan pemikiran2 yang bersifat positif serta dijauhi dari sifat negatif. Amin….

  13. July 11, 2014 - 18:15 | Permalink

    Rambut adalah aurat, karena yang boleh nampak dari seorang wanita adalah wajah & telapak tangan, kalau dia tidak nafsu melihat rambut wanita, belum tentu saya tidak nafsu kalau lihat rambut wanita, ini kalau semata2 tafsir ayat diserahkan pada orang per orangnya

    kalau orang indonesia versi dulu tidak berjilbab/kelihatan rambutnya, maka dari dulu di Arab rambutnya tertutup. Praktek di Indonesia bukanlah dalil untuk menyatakan rambut bukan aurat

    @TheTrueIdeas

  14. madara's Gravatar madara
    July 15, 2014 - 21:04 | Permalink

    Untuk Dokter abimanyu, sumber hukum Islam yang utama adalah AL-QUR’AN,,,
    dan yang kedua adalah HADIST NABI,,,BUKAN KEBUDAYAAN,,,,karena seharusnya KEBUDAYAAN yang harus mengikuti AL-QUR’AN DAN HADIST NABI,,, BUKAN SEBALIKNYA….

    Seperti papatah MINANG “ADAT BA SANDI SYARAK,,,,SYARAK BA SANDI KITABULLAH ” yang artinya ADAT (BUDAYA) MENGIKUTI ATURAN AGAMA (ISLAM),,,,,DAN ATURAN DALAM AGAMA (ISLAM) ADALAH KITABULLAH (AL-QUR’AN)

  15. Bamby's Gravatar Bamby
    July 19, 2014 - 00:06 | Permalink

    Saya rasa wanita Indonesia belumlah mengenakan jilbab, atau apapun istilah lainnya. kalau sudah niat menganggap jilbab adalah wajib, maka pakailah sesuai inti dari ayat an-nur:31.
    Coba cek, apakah Neno warisman dkk sudah menjalankan ayat tsb dengan sempurna. Kalau melihat jilbabnya yang dibuat seindah mungkin dan ‘saling tumpuk’ spt itu, kesannya adalah berlebihan, alias mubazir, karena menghabiskan kain bermeter-meter dengan harga yyg pasti mahal dan hanya bisa digunakan di tempat dingin / ber AC (panas / sumuk kalau digunakan di luar). Dan yang paling jelas, TIDAK bisa menghindarkan dari pandangan laki-laki.
    Bukankah Allah membenci orang yang berlebihan?.

  16. wiwin's Gravatar wiwin
    July 21, 2014 - 06:10 | Permalink

    Para wali dl punya strategi dlm mengenalkan Islam, yaitu mengenalkan Islam nya lbh dl melalui budaya/berbaur jd tarian gending itu salah satu nya. Para wali pelan2 mengenalkan Islam tdk lsg menghujat adat dan budaya yg sdh ada.ulama skrg semua sepakat rambut bagian dr aurat. Kebenaran hanya milik Allah…

  17. saga's Gravatar saga
    July 28, 2014 - 23:42 | Permalink

    ini mah pandangan masing2 individu… saya sih gk begitu dalam ttg agama.. tp intinya..
    kalo pake jilbab masih memungkinkan, kenapa tidak.. bukan nya itu lebih baik,,,
    if better is possible, good is not enough …
    pak dokter,, mungkin pemikiran anda benar, tapi di indonesia kan gk ada larangan buat berjilbab,, ya walau pun dari beberapa oknum ada.. tapi itu kan sebuah pilihan.. ya mau berjilbab silahkan , tidak juga kan tidak ada yg dirugikan…
    anda memberikan pernyataan bahwa seakan2 tidak berjilbab adalah sebuah pilihan… itu kan membuat pemikiran bagi yg sudah mengenakan jilbb akan goyah,.
    ya kalau anda muslim sejati,, ya mungkin mengerti lah..

  18. hamba yg masih dhaif's Gravatar hamba yg masih dhaif
    August 3, 2014 - 00:51 | Permalink

    Klo ngerti ISLAM hindari berdebat..sekalipun masing2 merasa benar. jelas bukan share,tp kalian malah berdebat. Jangan mendustakan Alquran karena merasa lebih tau tentang hadist. Apa sdr2 sudah hafal seluruh isi dan kandungan serta mengamalkan isi ALquran. Itu yg wajib dan jangan ditinggalkan..kita harus terus belajar sampai akhir hayat.. 🙂

  19. mbah godeg's Gravatar mbah godeg
    August 9, 2014 - 11:35 | Permalink

    Sayang sekali ayat yang menjadi topik pembicaraan di atas disajikan tidak lengkap , entah ini disengaja atau tidak, padahal lanjutannya adalah hal yang sangat penting untuk dicermati.
    Yang tidak terbawa dalam ayat diatas adalah :
    ……. زِينَتِهِنَّ مِنْ يُخْفِينَ مَا لِيُعْلَمَ بِأَرْجُلِهِنَّ يَضْرِبْنَ وَلَا ……
    Artinya : ………….. Dan janganlah mereka memukulkan (menghentakan) kakinya agar diketahui (terlihat) perhiasan (aurat) yang mereka sembunyikan. ……….
    Coba kita pikirkan (cermati), dengan berjilbab (QS A1-Ahzab [33]: 59), apalagi kalau dilengkapi dengan kerudung (bagi yang menafsirkan itu sebuah kerudung), bagi wanita masih dilarang untuk menghentakan kakinya jika tujuannya untuk agar terlihat (borgoyang) perhiasannya/auratnya (payudaranya), pantatnya dsb sehingga membuat tergiur lawan jenisnya atau menacing birahi lawan jenisnya, yang bisa jadi kelak akan memancing berbuat buruk kepada wanita itu sendiri atau kepada orang lain akibat dari penglihatan tadi.
    Allah Maha Waspada (Ar-Raqib), Al-qur’an diciptakan sebagai aturan agar wanita selamat, agar manusia selamat, tidak merusak orang lain dan tidak dirusak orang lain, agar manusia damai, aman dan sejahtera, itu tujuan-Nya.
    Contoh lain :
    Nabi Muhammad berkata : “Arrosi walmurtasi finnar” artinya “Yang menyuap dan yang di suap (keduanya) dineraka” Tidak ada toleransi “keduanya dineraka” .
    Yang terjadi sekarang dimulai dengan sogok menyogok hal kecil untuk kelancaran urusannya, kelak akan berkembang dan berkembang terus, bukan tidak mungkin, akan menjadi sogok menyogok sebuah pimpinan suatu perusahaan, atau suatu instansi, atau pimpinan sebuah negara, sogok menyogok akan menciptakan sebuah penghianatan terhadap pesaingnya, tegasnya sogok menyogok akan menciptakan orang-orang penghianat, ga akan perduli saudaranya atau siapapun dia. Coba kita bayangkan apabila seorang pimpinan dihasilkan dari sogok menyogok yang sebetulnya dia tidak mampu untuk memimpin, akan hancur seluruh tatanan/aturan…. (maaf menyimpang dari topik saya pikir hal ini juga perlu kita cermati hanya sedikit gambaran saja bahwa Islam itu indah, membawa kebaikan bagi mahluk (Rohmatan lil alamin), dan Allah Maha Waspada terhadap hal yang bisa terjadi kemudian).
    Tentang “budaya” di awal surat Al Baqoroh (Al-Baqoroh :2) disebutkan :
    لِلْمُتَّقِينَ هُدًى فِيهِ رَيْبَ لَالْكِتَابُا ذَٰلِكَ
    Artinya : Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa
    Jadi buat saya pribadi tidak perlu ragu lagi, aturan orang Islam adalah Al-Qur’an, dan budaya itu bukan aturan Islam, tinggal kita sebagai individu mau sebagai orang Islam dengan Al Qur’an kitab mu atau….. (Allah Maha Tahu).

  20. mbah godeg's Gravatar mbah godeg
    August 10, 2014 - 10:38 | Permalink

    Mohon maaf Ralat untuk coment 19, ayat ayat dalam tulisan huruf arab urutannya tidak sesuai, dikarenakan sistem komputernya berbeda. Untuk lebih jelasnya mohon di lihat langsung di Al-Qur’an.

  21. aminah syahidah's Gravatar aminah syahidah
    August 14, 2014 - 11:30 | Permalink

    HATI-HATI !!! dengan Dokter Abimanyu, sepertinya dia bukan Muslim, itu jelas dari cara dia menyampaikan pendapatnya… Orang yang sok2 an mengerti tentang Islam tetapi pada kenyataannya komentar dan ulasan yang dia berikan ngawur semua, seolah2 mencari pembenaran dengan memainkan logika. jangan mencoba menelaah seenak udel mu dewe!! orang ngaco tu!!! semoga Allah memberikan Hidayah dan jalan yang benar.

  22. dawi's Gravatar dawi
    August 23, 2014 - 23:22 | Permalink

    dr. ga usah tanya sp2 tanyalah pada quran dan hadist, kalau anda mau tau yang sebenar2nya.

  23. ellisya devin's Gravatar ellisya devin
    September 9, 2014 - 15:30 | Permalink

    saya sebagi wanita muslim hanya bisa berusaha mengamalkan apa yang saya punya… apa yang saya pahami… sesungguhnya berjilbab itu wajib… budaya memang budaya… tapi wajib tetap wajib… jilbab dan kerudung tetap harus di pakai muslimah… yang saya rasa setelah saya berjilbab dan berkerudung saya lebih tenang nyaman dan aman… karena jilbab akan melindungi diri kita… kerudung yang benar tentu yang menutupi dada seorang wanita… kita sebagai muslimah harus teliti dan hati hati dengan penjajahan berselimut sahabat… tentang orang yang sepertinya muslim tapi dalam hatinya ingin menghancurkan islam… contoh yang sangat sederhana adalah ashion tren hijab yang pendek dan busana muslim yang ketat… mukena yang pendek dan terawang.. mungkin sebagian di antara mereka tidak mengerti maksud kerudung dan jilbab akan di ampuni oleh Allah… Tapi sebagian ada yang sengaja merusak mental muslim dengan menciptakan trend yang merusak moral muslim,.. semoga Allah membuka mata hati mereka yang belum faham… dan mengampuni dosa kita semua…

  24. risa's Gravatar risa
    September 25, 2014 - 19:32 | Permalink

    Dokter abimanyu benar sekali yg anda katakan memang orang indonesia tidak wajib memakai jilbab tp Alloh mewajibkan hanya bagi perempuan muslim yang beriman
    dan ingat akan firman Alloh
    “Sesungguhnya orang-orang yang kafir
    kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan
    bermaksud membedakan antara
    (keimanan kepada) Allah dan rasul-
    rasul-Nya, dengan mengatakan: ‘Kami
    beriman kepada yang sebagian dan kami
    kafir terhadap sebagian (yang lain)’,
    serta bermaksud (dengan perkataan itu)
    mengambil jalan (tengah) di antara
    yang demikian (iman atau kafir),
    merekalah orang-orang yang kafir
    sebenar-benarnya. Kami telah
    menyediakan untuk orang-orang yang
    kafir itu siksaan yang
    menghinakan.” (An-Nisa`: 150-151)

  25. September 26, 2014 - 20:36 | Permalink

    Islam kaffah

    Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.”(Qs. Ali Imran:19) Ayat di atas merupakan pemberitahuan dari Allah Subhanahu wa ta’ala bahwa tidak ada Agama yang diterima oleh-Nya dari seseorang kecuali Islam. Inilah agama yang Allah mengutus para Rasul dengannya di setiap masanya, hingga ditutup dengan diutusnya Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam sebagai Rasul terakhir. Oleh karena itu barangsiapa yang bertemu dengan Allah pada hari akhir setelah diutusnya Nabi Muhammad dengan membawa selain syariatNya (Islam) maka itu tidak diterima
    dan barangsiapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang merugi.” (Qs. Ali Imran:85) Di dalam tafsir At thabari disebutkan bahwa maksud dari kalimat “Sesungguhnya agama disisi Allah hanyalah Islam” adalah ketaatan hanya kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, dan pengakuan lisan dan hati untuk beribadah dan tunduk kepadaNya. Serta berusaha untuk menaati segala hal yang diperintahkan dan dilarang olehNya, dengan sikap tunduk tanpa disertai sifat sombong, menyimpang, dan menyekutukan Allah dengan makhlukNya dalam masalah ibadah dan ilahiyah. Dalam sebuah riwayat diterangkan maksud Islam dalam kalimat “Sesungguhnya agama disisi Allah hanyalah Islam” adalah beramal dengan ikhlas hanya mengharap ridho Allah subhanahu wa ta’ala, beribadah tanpa menyekutukan- Nya, mendirikan sholat, membayar zakat, dan mengikutinya semua kewajiban lain. Disebutkan dalam tafsir Ibnu Abbas bahwa Allah sendiri menyatakan Agama disisi-Nya hanyalah Islam. Para Malaikat, nabi, dan orang- orang berilmu juga menyatakan demikian.

    Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Qs. Ali Imran:18) Untuk itu sebagai seorang Muslim hendaknya kita bersyukur kepada Allah atas segala kenikmatan yang Allah anugerahkan kepada kita, terutama nikmat yang Allah tidak berikan kepada orang-orang kafir yaitu nikmat sebagai seorang Muslim. Ya Allah berikanlah kepada kami kesabaran, matikanlah kami dalam keadaan Muslim, dan pertemukanlah kami dengan orang- orang shaleh.

  26. Dokter abimanyu's Gravatar Dokter abimanyu
    September 26, 2014 - 21:35 | Permalink

    Sudah jelas jilbab tidak wajib bagi wanita indonesia.

    Di tahun 1970an ketika saya SMA ( ketika itu anda dimana?) tak seorangpun ulama kita yang mengatakan jilbab wajib. Bila anda ragu, silahkan sms ibu, bibi, tante ,oom , pakde , bude , nenek atau anda melihat album lama , film film lama kita ditahun 80 an kebawah . Lihat saja filmwarkop, film Rhoma Irama, apalagi film film perjuangan kita di tahun 1940an tak ada satupun wanita pemakai jilbab. Yang ada adalah sari, selendang yang di kerudungkan seperti yang dipakai istri Gus Dur. Karena memang ulama kita dulu mengutamakan ajaran Alquran , tentang wajibnya seseorang muslim menjadi orang shaleh yaitu orang yang BERIMAN DAN JUJUR ,BAIK HATINYA. Pribadi yang sholeh Ini juga diharuskan berbuat kebajikan , do good things , berbuat baik kepada orang lain , baik kepada lain suku maupun lain agamanya.
    Saat itu negara negara Islam di dunia ini belum ada yang mewajibkan jilbab, khusus Arab saudi penulis tidak tahu pasti , apakah sejak 1921 ketika dinasti Saud yang didukung aliran Wahabi memegang pemerintahan? Mungkin ada pembaca yang menelitinya, saya juga butuh informasinya. Segalanya berubah ketika para ulama Iran dibawah Imam Khomeini ( dulu negara Iran dikenal sebagai kekaisaran Persia) yang beraliran Islam Shiah ( syiah). Rakyat Iran di bawah pimpinannya merebut kekuasaan di tahun 1979 dari kekuasaan Shah Reza Pahlevi yang di dukung AMERIKA SERIKAT. Pengaruhnya sangat besar di negara negara Islam. Sebagai catatan Saat itu belum ada permusuhan antara Suni dengan Shiah. Islam dulu relatif bersatu tidak terpecah pecah seperti sekarang. Hubungan antara Islam dan barat yang sebelumnya sangat baik , sejak saat itu menjadi penuh pertentangan hingga saat ini.
    Demikian pula dalam hal kebudayaan , setelah para ulama Berkuasa mulailah pewajiban jilbab di negara ini. Bukan itu saja , segala macam budaya , seperti laki laki harus di pisah dari perempuan, wanita tidak boleh menari , menyanyi . Melukis dalam bentuk apapun dilarang dengan peraturan pemerintah. Bila ada yang melanggar di kenai hukuman. Padahal ribuan tahun sebelumnya sejak zaman kekhalifahan Persia ( kemudian berganti nama menjadi negara Iran) , para sahabat Abu Bakar , Umar , Usman , Ali dan seterusnya sampai shah Reza Pahlevi yang di rubuhkan itu, tidak pernah mewajibkan jilbab dan budaya seperti itu.
    Pengaruh revolusi Islam Iran inipun sampai di Indonesia. Pada pertengahan 80an mulailah terlihat pemakai jilbab seperti model sekarang , dengan rambut yang sangat tertutup , sehingga tak sehelaipun ditampakkan. Karena pada aliran ini mengadopsi pendapat sahabat iIbnu Abbas yang mengatakan, yang boleh tampak pada wanita adalah wajah dan telapak tangan. Setahu penulis artis yang pertama kali memakainya adalah Ida Royani yang sering duet dengan Benyamin s. Tentu saja sebelumnya beliau tidak memakai jilbab. Beliau memakai jilbab setelah diperistri seorang artis juga , pemain band terkenal Keenan Nasution yang agaknya juga beraliran salaf ( sebuah aliran yang mencontoh seratus persen perilaku para sahabat) . Anda bisa searching di google pada film film lamanya. Di Indonesia provinsi pertama yang mewajibkan jilbab adalah Provinsi Aceh. ……..selengkapnya dipersilahkan berkunjung ke blog. Saya ..http://dokterabimanyu.blogspot.com/2013/11/bagi-wanita-indonesia-jilbab-tidak.html..

  27. Dokter abimanyu's Gravatar Dokter abimanyu
    September 27, 2014 - 13:53 | Permalink

    Walaupun tidak wajib, menurut saya jilbab juga pakaian yang sopan. Monggo saja. Dan saya juga senang kok. Tetapi bila diwajibkan ini berarti memusnahkan pakaian tradisi kita, kebaya, baju bodo sulawesi selatan dan lain sebagainya. Mengapa saya berpendapat begini , Karena di Alquran memang tidak ada kata kata rambut aurat, leher aurat, telinga aurat. Itulah sebabnya Selama ratusan , bahkan ribuan tahun batasan2 aurat itu menjadi perdebatan yang sengit . Coba lihat lagi tulisan saya pada PERBEDAAN KETIGA , pada blog saya : bagi wanita Indonesia jilbab tidak wajib. dokterabimanyu. blogspot. Ketika ulama besar Syaikh at Tuwajiri mengkafirkan ulama besar lainnya Al Albany. Yang satu dari model jilbab yang tertutup seluruh tubuh , melawan pendapat jilbab seperti model jilbab wanita indonesia yang wajahnya terlihat. MEnurut Syaikh At Tuwajiri jilbab model wanita indonesia dianggap tidak benar. Tidak menutup aurat secara benar, karena wajah adalah aurat . Menurut anda , mengapakah jilbab kita itu dianggap salah, kan menurut kita itu sudah sempurna? Mengakah ada perbedaan seperti itu? Ini seperti orang jaman sekarang mengatakan , terlihatnya rambut adalah tidak benar, karena rambut adalh aurat.

    Sekaranng, bagaimana menurut pendapat anda , puluhan ulama ulama hebat di bawah inipun, tidak mewajibkan jilbab tapi sesuai kebutuhannya. Apakah mereka masuk neraka semua ?. Cuplikan ini saya ambil dari tulisan saya hampir di bagian akhir. Silahkan dibaca lagi versi utuhnya.

    PARA ULAMA INDONESIA TERDAHULU-PUN TIDAK MEWAJIBKAN JILBAB.

    Ulama-ulama Indonesia : Forum pengkajian Islam IAIN Syarif Hidayatullah pada Maret 1988 : dalam seminar tentang jilbab : tidak menunjukkan batas aurat yang wajib ditutup menurut hukum Islam, dan menyerahkan kepada masing-masing menurut situasi, kondisi dan kebutuhan.

    Ulama yang menganut paham aurat dari sudut kebiasaan ( adat budaya ): sehingga BANGSA YANG TIDAK BERBUDAYA JILBAB PUN BOLEH MEMAKAI PAKAIAN TRADISINYA MASING MASING.

    Imam Al-Qarafi (w.684 H): ahli hukum (juris) Islam dalam mazhab Maliki(10: 6).
    Abu Ishaq asy Syathibi (w.1388 M) : ulama Tafsir.(5)
    Syekh Muhammad Abduh (w.1905): ulama besar pemikir dan pembaharu pemikiran Islam, sebagai penghormatan dijadikan nama Aula di Univ. Al Azhar Mesir. Mantan Mufti Mesir ( semacam ketua MUI .red) . .(5)
    Sayyid Muhammad Rasyid Ridha (w.1873); ulama besar, pembaharu.(5)
    Al’Asymawi (2002) : mantan Hakim Agung Mesir.(5)
    Qashim Amin (1908) : Pemikir Islam .(5)
    Syekh Muhammad Suad Jalal : ulama Universitas Al-Azhar , Mesir.(5),
    DR. Ir muhammad Syahrur (lahir 1939) : Pemikir Islam.(5)
    Muhammamad Ath-Thahir Ibn Asyur (w.1973): Pemikir Fiqh. .(5)
    Syekh Muhammad Ali as-Sais, dosen / Guru besar Fakultas Syariah dan hukum Univeritas Al- Azhar.(5) Jamaluddin Muhammad, mantan Sekjen Majelis Tertinggi Islam Mesir dan anggota dewan riset Islam Al-Azhar.(5)
    Muhammamad Ath-Thahir Ibn Asyur (1879-1973): intelektual Muslim kelahiran Tunisia yang sangat disegani dan dihormati. Dan lain-lainnya lagi.

    Ulama yang menganut paham aurat sesuai kebutuhan untuk bekerja (memudahkan wanita bekerja, untuk kehidupannya di dunia) walaupun jilbab wajib.

    Imam Abu Hanifah (w.767 M) : memasukkan kaki bukan Aurat (5).
    Abu Yusuf (w.798 M) : memasukkan kedua tangan wanita bukan aurat (5 )
    Syekh Muhammad Ali as-Sais, dosen dan Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum Univeritas Al-Azhar (5).
    Muhammad Ali al-hasan dan Abdurahman Faris abu aliyah : cendekiaan Muslim lulusan Fakultas Syariah Ryadh, Saudi Arabia (5,134).

    Saya sangat menunggu dan mengharapkan jawaban-jawaban anda atas pertanyaan saya. Tapi sebelumnya saya juga mengingatkan diri saya sendiri, agar kita dalam berdiskusi selalu menjaga kesantunan seperti yang di contohkan sang Nabi Muhammad junjungan kita. Demikianlah Semoga jawaban jawaban anda menjadi pencerahan saya…Terima kasih .

  28. syah firdy's Gravatar syah firdy
    October 21, 2014 - 00:08 | Permalink

    Sebelumnya Mohon maaf jika ada penyampaian yang tidak berkenan. Saudaraku2, adat (tradisi) tidak dapat selaras dengan agama. Adapun jika kita menyelaraskan akan terjadi gesekan, dalam agama (iman adalah taruhannya) sedang adat (tradisi) akan berubah. Contoh di arab sendiri aja banyak adat (tradisi) yang berubah sewaktu sebelum jaman para nabi2 hingga sekarang…coba aja selidiki…? Adapun di indonesia jaman dulu raja2 blm 100% muslim. Dan itupun muslim di Indonesia jaman dulu terpecah menjadi 2 gol yaitu dengan istilah penganut islam abangan dan islam putihan. Boleh aja klu mau buat jilbab model batik atau selaras dengan baju bodo dan yang lainnya (prospek bisnis tuch…). Jadi klu dikatakan wanita indonesia tidak wajib berjilbab hanya takut adat (tradisi) akan pudar pasti banyak yang menentang karena udah jelas taruhannya adalah iman, maka dalam hal ini udah tidak percaya dengan allah SWT, meragukan keaslian dr al-qur’an, serta para nabi terutama nabi muhammad SAW. Untuk lebih indahnya apa yang diperintah dalam al-qur’an dan hadist kita kerjakan serta apa yang dilarang kita tinggalkan. Penilaian sesuatu yang timbulnya dari yang Hak, maka yang menilai adalah milik yang Hak. trim’s…..

  29. syah firdy's Gravatar syah firdy
    October 21, 2014 - 00:15 | Permalink

    Posting risa bisa juga jadi acuan,karena dari Sekian wanita di indonesia tidak wajib berjilbab dan hanya yamg ber Iman aja yang berjilbab.

  30. muslim's Gravatar muslim
    November 3, 2014 - 06:56 | Permalink

    Kebenaran hanya milik Allah SWT, kekurangan milik kita smua.

  31. mahabah's Gravatar mahabah
    January 15, 2015 - 10:17 | Permalink

    Dokter Abimanyu Liberal

  32. Aisya Balqis's Gravatar Aisya Balqis
    January 29, 2015 - 19:07 | Permalink

    Astagfirullah semoga Allah mengampuni dosa kita semua. Lihat surat al ahzab sam surat an nur. Sudah jelas disitu bukan BUDAYA tapi peraturan Allah. Quraish shinan itu islam liberal, coba anda fikir, kalo jilbab itu cuman budaya arab, kenapa disitu ga di cantumin “hanya umat arab saja yang harus menjulurkan jilbabnya”? Jangan samakan budaya dengan agama. Kalo kalian lihat sejarah, Cut Nyak Dien pejuang dari aceh, dia islam sejati, dia aslinya menggunakan jilbab syar’i. Tapi karena pemerintah menganggap semua sama, maka lukisan lukisan Cut Nyak Dien diubah menjadi tidak berjilbab. Kalo emang jilbab hudaya arab, kenapa waktu itu ada sahabat Rasul bertanya “yaa Rasulullah, siapakah wanita yang rambutnya digantung di api neraka itu?” Terus Rasul jawab “MEREKA ADALAH WANITA YANG SEMASA HIDUPNYA MEMPERLIHATKAN RAMBUTNYA KEPADA SELAIN MUHRIMnya”

  33. Alwi Rafsanjani's Gravatar Alwi Rafsanjani
    January 29, 2015 - 19:18 | Permalink

    Dokter abimanyu kok sesat ya? Mengada ngada. Gusdur dan quraish shiban mah emang liberal. Mereka belajar islamnya di Amerika, makanya pemikirannya sesat. Udah tau Amerika negara pembenci islam, mereka malah belajar islam di sebuah negara yang benci islam. Makanya pelajari lagi sejarah dari berbagai sumber mas, biar anda tidak menyesatkan oranglain dengan bilang jilbab tidak wajib. Budaya bisa berubah kapan aja mas. Tetapi alquran? Dari jaman Rasul sampe sekarang GAK PERNAH BERUBAH. Jadi jangan samakan budaya dengan agama. Ini taruhannya pertanggung jawaban anda nant di akhiat. Kalo ngehormatin budaya kan bisa gamis coraknya batik, kerudung coraknya batik. Anda bilang jilbab budaya arab? Di alquran emang di perintahkan “HAI KALIAN BANGSA ARA, KALIAN HARUS MENGULURKAN JILBABNYA DAN MENUTUP AURATNYA”? Kan engga kali. Lihat dong mas, kalo yang pake gamis syar’i mana ada yang diperkosa dan digodain cowo cowo dipinggir jalan, karena ALLAH MENJAGA mereka. JILBAB ITU WAJIB. Liat surat Al ahzab dan An Nur☺️

  34. yulia's Gravatar yulia
    February 12, 2015 - 10:11 | Permalink

    hati hati dengan gerakan JIL, jangan terperdaya oleh hasutan2 JIL, benar kata mbak risa….orang indonesia gak harus pake jilbab, karena yang diwajibkan pake cuma orang yang beriman, puasa pun juga gak wajib bagi orang indonesia karena cuma diperuntukkan bagi orang yang beriman. kalo gus dur atau quraish shihab jadi rujukan…memangnya mereka dijamin surga? gus dur ajarannya gak jelas…quraish shihab adalah org syi’ah yang sedang taqiyah (penyamaran). jadi acuan kita bukan gus dur bukan pula quraish shihab apalagi dokter abimanyu….tapi tetap istiqomahlah dengan al qur’an dan sunnah nabi muhammad shollallohu alaihi salam, dengan pendapat para khulafaurrasyidin. adat boleh dilakukan selama tidak melanggar syariat. adat buatan manusia sedang syariat datangnya dari Allah subhanallah ta’ala……
    so mau gak pake jilbab, mau gak sholat, mau gak puasa, mau gak zakat….well itu urusan masing-masing. karena semua itu memang hanya diperuntukkan bagi orang2 yang beriman. cuma jangan menafsirkan al qur’an seenak udele dewe….

  35. syahfirdy's Gravatar syahfirdy
    April 11, 2015 - 09:32 | Permalink

    Rekan2 belajar al-qur’an itu indah serta menyenangkan kalau bisa sm terjemahannya, belajarlah dari awal jadi fikiran kita terbuka. Memang kebenaran milik allah tapi dengan mendalami ayat pembuka serta ayat selanjutnya (al-fatiha dan al-baqarah) mudah2an langkah2 kita selanjutnya akan terjaga dr hal2 yg negatif. Dalam al-fatiha aja kita meminta petunjuk jalan yg benar, karena hanya allah yang patut disembah dan memohon pertolongan, yang mengusai/pemilik (merajai) hari akhir. Dan dijelaskan pula bahwa dalam al-baqarah tidak ada keraguan dalam al-qura’an. Mau jadi kafir monggo (neraka) udah siap mau jadi beriman monggo (surga) didepan mata. Aisya, alwi and yulia 🙂 Trim’s commentnya.

  36. larasati's Gravatar larasati
    May 16, 2015 - 10:37 | Permalink

    Jilbab/kerudung emang gawajib buat org indonesia tapi wajib untuk umat islam yg beriman,untuk pendapat yg menyimpang tidak usah di hiraukan panutan kita hanya al-quran

  37. wie's Gravatar wie
    May 29, 2015 - 20:11 | Permalink

    jangan hiraukan pendapat dr. abimanyunnnnn … pendapatnya sesat. berpeganglah pada keyakinan kita yaitu AL Quran.

  38. joe setiawan's Gravatar joe setiawan
    June 29, 2015 - 05:41 | Permalink

    ketika yg diandalkan adalah filsafat atau alam fikiran, maka muncul lah karakter manusia-manusia sekelas dr. Abimayu.

    dia mungkin tidak tau atau masa bodoh, bahwasanya syarat diterima amalan itu dua yaitu
    1. Ikhlas karena Allah
    2. Ittiba’ kepada Rasulullah.

    Allah dan Rasulullah memerintah dan mewajibkan untuk menjaga aurat bagi wanita dan laki-laki, dikira ga wajib.

    dalil yg di bawakan terkesan di paksakan, sebab tanpa adanya asbabun nuzul dan tidak membawakan dalil hadits.

    dan perkataan siapapun boleh diambil dan boleh tidak diambil kecuali perkataan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Leave a Reply

 

12 Trackbacks to "An-Nur:31(mengenai jilbab)"

  1. on January 31, 2015 at 15:31
  2. on February 23, 2015 at 20:31
  3. on March 5, 2015 at 02:31
  4. on March 5, 2015 at 03:16
  5. on March 20, 2015 at 16:45
  6. on March 20, 2015 at 16:45
  7. on March 23, 2015 at 19:40
  8. on March 23, 2015 at 20:16
  9. on March 26, 2015 at 14:26
  10. on April 2, 2015 at 07:48
  11. on April 23, 2015 at 14:00
  12. on September 20, 2015 at 02:02