BAGAIMANA CARA THE GREEN HILTON AGREEMENT 1963 BEKERJA DI SISTEM PERBANKAN DUNIA

Oleh Yuddy Aditiawan di NUSANTARA HISTORICAL DISCOVERY

“Andaikan rakyat Indonesia menyadari adanya kekayaan yang tersimpan oleh Negara-negara lain dan tidaklah serakah maka multi krisis di negeri ini tak akan berlarut-larut dan tidaklah membawa lebih banyak korban jiwa terutama dikalangan anak-anak dan perempuan. Coba yang kita lihat setiap siang acara berita yang dipenuhi oleh cermin derita kaum dhuafa di negeri kita apakah kita tega menelan sesendok nasi yang berada di ujung bibir kita? (Tidak).

Sikap n’rimo, sabar dan ikhtiar adalah benar, tetapi di mata Alloh memperjuangkan nasib sodara, kaum yang lemah adalah kewajiban seorang muslimin yang akan dipertanyakan kelak di hari kebangkitan. Ditengah semakin menjadi-jadinya kegelisahan dan kesulitan sodara kita yang sedang terhimpit kenaikan BBM, pengangguran yang banyak, harga kebutuhan pokok pertanian melonjak hingga kebutuhan sehari-hari serba mahal maka sadarlah perjuangan anda menegakan kebenaran dan keadilan tidaklah sia-sia.

Ingatlah perjuangan para Sultan dan Raja-Raja Nusantara (semisal Sri Sultan Hamengkubuwono, Sri Sultan Pakubuwono, Sultan Hamid II, Sultan Daeng Radja dll) yang lebih mementingkan penderitaan rakyatnya yang dhuafa dan lemah dibanding mempertahankan tahta dan kehidupan serba berkecukupan sebagai bangsawan. Mereka (Sultan-Raja) lebih baik merendahkan bahunya untuk menolong kaumnya yang menderita berat dan rela menurunkan mahkotanya untuk berjuang menggapai kemakmuran bersama. Bila diingat harta mereka dan harta dalam Green Hilton sudahlah cukup untuk 7 turunan mereka hidup mewah tetapi tak dilakukan Yang Mulia.

Kini saya, anda dan kita yang hidup di abad 21 mari kita berjuang di detik-detik akhir 2013 untuk saling bergandengan tangan bersatu dalam INDONESIA YANG SATU gugat kembali apa yang dapat mengembalikan hak-hak hidup layak manusia Bani Adam di dunia ini. Kalo kita beramai-ramai bicara menyuarakan gugatan ini maka 230 juta rakyat yang bergerak pasti menggegerkan dunia bak tsunami menggulung kesenjangan ekonomi menjadi kemakmuran bersama-sama.

InsyaAlloh perjuangan kita dirahmati Alloh Subhana wa ta’ala”.

******

Safari ANS (penulis artikel dibawah ini adalah wartawan ekonomi Majalah Mingguan Warta Ekonomi, pendiri IFID (International Fund for Indonesia Development), Wakil Sekjen DPP Partai Persatuan Daerah (PPD))

Barangkali ini pulalah penyebab, mengapa Bung Karno kemudian dihabisi karir politiknya oleh Amerika sebelum berlakunya masa jatuh tempo The Green Hiltom Agreement. Ini berkaitan erat dengan kegiatan utama Soeharto ketika menjadi Presiden RI ke-2.

Dengan dalih sebagai dalang Partai Komunis Indonesia atau PKI, banyak orang terdekat Bung Karno dipenjarakan tanpa pengadilan seperti Soebandrio dan lainnya. Menurut tutur mereka kepada pers, ia dipaksa untuk menceritakan bagaimana ceritanya Bung Karno menyimpan harta nenek moyang di luar negeri. Yang terlacak kemudian hanya “Dana Revolusi” yang nilainya tidak seberapa. Tetapi kekayaan yang menjadi dasar perjanjian The Green Hilton Agreement ini hampir tidak terlacak oleh Soeharto, karena kedua peneken perjanjian sudah tiada.

Kendati perjanjian itu mengabaikan pengembaliannya, namun Bung Karno mendapatkan pengakuan bahwa status kolateral tersebut bersifat sewa (leasing). Biaya yang ditetapkan Bung Karno dalam perjanjian sebesar 2,5% setahun bagi siapa atau bagi negara mana saja yang menggunakannya. Dana pembayaran sewa kolateral ini dibayarkan pada sebuah account khusus atas nama The Heritage Foundation yang pencairannya hanya boleh dilakukan oleh Bung Karno sendiri atas restu dari Sri Paus, Vatikan.

Namun karena Bung Karno “sudah tiada” (wallahuallam), maka yang ditunggu adalah orang yang diberi kewenangan olehnya. Namun sayangnya, ia hanya pernah memberikan kewenangan pada satu orang saja di dunia dengan ciri-ciri tertentu. Dan inilah yang oleh kebanyakan masyarakat Indonesia, bahwa yang dimaksudkan adalah “Satria Piningit” yang kemudian disakralkan, utamanya oleh masyarakat Jawa. Tetapi kebenaran akan hal ini masih perlu penelitian lebih jauh.

April 2009, dana yang tertampung dalam The Heritage Foundation sudah tidak terhitung nilainya. Jika biaya sewa 2.5% ditetapkan dari total jumlah batangan emasnya 57.150 ton, maka selama 34 tahun hasil biaya sewanya saja sudah setera 48.577 ton emas..! (total seluruhnya yang harus dibayarkan 105.724 ton emas)

Artinya kekayaan itu sudah menjadi dua kali lipat lebih, dalam kurun kurang dari setengah abad atau setara dengan USD 3,2 Trilyun atau Rp 31.718 Trilyun, jika harga 1 gram emas Rp 300 ribu. Hasil lacakan terakhir, dana yang tertampung dalam rekening khusus itu jauh lebih besar dari itu. Sebab rekening khusus itu tidak dapat tersentuh oleh otoritas keuangan dunia manapun, termasuk pajak.

Karenanya banyak orang-orang kaya dunia menitipkan kekayaannya pada account khusus ini. Tercatat mereka seperti Donald Trump ( raja properti Amerika), Raja Maroko, Raja Yordania, Turki, termasuk beberapa pengusaha besar dunia lainnya seperti Adnan Kassogi dan Goerge Soros. Bahkan Soros hampir menghabiskan setengah dari kekayaannya untuk mencairkan rekening khusus ini sebelumnya.

Pihak Turki malah pernah me-loby beberapa orang Indonesia untuk dapat membantu mencairkan dana mereka pada account ini, tetapi tidak berhasil. Para pengusaha kaya dari organisasi Yahudi malah pernah berkeliling Jawa jelang akhir 2008 lalu, untuk mencari siapa yang diberi mandat oleh Bung Karno terhadap account khusus itu. Para tetua ini diberi batas waktu oleh rekan-rekan mereka untuk mencairkan uang tersebut paling lambat Desember 2008. Namun tidak berhasil.

Usaha pencairan rekening khusus ini bukan kali ini saja, tahun 1998 menurut investigasi yang dilakukan, pernah dicoba juga tidak berhasil. Argumentasi yang diajukan tidak cukup kuat.

Dan kini puluhan bahkan ratusan orang dalam dan luar negeri mengaku sebagai pihak yang mendapat mandat tersebut. Ada yang usia muda dan ada yang tua. Hebatnya lagi, cerita mereka sama. Bahwa mereka mengaku penguasa aset rakyat Indonesia, dan selalu bercerita kepada lawan bicaranya bahwa dunia ini kecil dan dapat mereka atur dengan kekayaan yang ia terima. Diantaranya ada yang mengaku anak Soekarno, lebih parah lagi, ada yang mengaku Soekarno sunggguhan tetapi kini telah berubah menjadi muda. Wow..!

Padahal, hasil penelusuran penulis. Bung Karno tidak pernah memberikan mandat kepada siapapun. Dan setelah tahun 1965, Bung Karno ternyata tidak pernah menerbitkan dokumen-dokumen atas nama siapapun. Sebab setelah 1963 itu, pemilik harta rakyat Indonesia menjadi tunggal, ialah Bung Karno itu sendiri. Namun sayang, CUSIP Number (nomor register World Bank) atas kolateral ini bocor. Nah, CUSIP inilah yang kemudian dimanfaatkan kalangan banker papan atas dunia untuk menerbitkan surat-surat berharga atas nama orang Indonesia.

Pokoknya siapapun, asal orang Indonesia ber-passport Indonesia dapat dibuatkan surat berharga dari UBS, HSBC dan bank besar dunia lainnya. Biasanya terdiri dari 12 lembar, diantaranya ada yang berbentuk Proof of Fund, SBLC, Bank Garansi, dan lainnya. Nilainya pun fantastis, rata-rata diatas USD 500 juta. Bahkan ada yang bernilai USD 100 milyar..!

Ketika dokumen tersebut dicek, maka kebiasaan kalangan perbankkan akan mengecek CUSIP Number. Jika memang berbunyi, maka dokumen tersebut dapat menjalani proses lebih lanjut. Biasanya kalangan perbankkan akan memberikan Bank Officer khusus bagi surat berharga berformat ini dengan cara memasan Window Time untuk sekedar berbicara sesama bank officer jika dokumen tersebut akan ditransaksikan.

Biasanya dokumen jenis ini hanya bisa dijaminkan atau lazim dibuatkan rooling program atau private placement yang bertempo waktu transaksi hingga 10 bulan

dengan high yeild berkisar antara 100 s/d 600 % setahun. Uangnya hanya bisa dicairkan untuk proyek kemanusiaan.

Makanya, ketika terjadi musibah tsunami di Aceh dan gempa besar lainnya di Indonesia, maka jenis dokumen ini beterbangan sejagat raya bank. Tapi anehnya, setiap orang Indonesia yang merasa namanya tercantum dalam dokumen itu, masih miskin saja hingga kini.

Mengapa? Karena memang hanya permainan banker kelas kakap untuk mengakali

bagaimana caranya mencairkan aset yang terdapat dalam rekening khusus itu.

Melihat kasus ini, tak heran bila banyak pejabat Indonesia termasuk media massa Indonesia menyebut “orang gila” apabila ada seseorang yang mengaku punya harta banyak, milyaran dollar Amerika Serikat. Dan itulah pula berita yang banyak menghiasi media massa. Ketidakpercayaan ini satu sisi menguntungkan bagi keberadaan harta yang ada pada account khusus ini, sisi lain akan membawa bahaya seperti yang sekarang terjadi. Yakni, tidak ada pembelaan rakyat, negara dan pemerintah Indonesia ketika harta ini benar-benar ada.

Kisah sedih itu terjadi. Ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ikut serta dalam pertemuan G20 April silam. Karena Presiden SBY tidak pernah percaya, atau mungkin ada hal lain yang kita belum tau, maka SBY ikut serta menandatangani rekomendasi G20. Padahal tandatangan SBY dalam sebuah memorandum G-20 di London itu telah diperalat oleh otoritas keuangan dunia untuk menghapuskan status harta dan kekayaan rakyat Indonesia yang diperjuangkan Bung Karno melalui kecanggihan diplomatik. Mengapa? Karena isi memorandum itu adalah seakan memberikan otoritas kepada lembaga keuangan dunia seperti IMF dan World Bank untuk mencari sumber pendanaan baru bagi mengatasi keuangan global yang paling terparah dalam sejarah ummat manusia.

Atas dasar rekomendasi G20 itu, segera saja IMF dan World Bank mendesak Swiss untuk membuka 52.000 rekening di UBS yang oleh mereka disebut aset-aset bermasalah. Bahkan lembaga otoritas keuangan dunia sepakat mendesak Vatikan untuk memberikan restu bagi pencairan aset yang ada dalam The Heritage Foundation demi menyelamatkan ummat manusia.

1 Comment to "BAGAIMANA CARA THE GREEN HILTON AGREEMENT 1963 BEKERJA DI SISTEM PERBANKAN DUNIA"

  1. April 3, 2015 - 05:04 | Permalink

    Daftar / List Perusahaan Investor dan Funder di Seluruh Dunia
    barusan saya posting informasi yang mungkin berguna untuk rekan2x wirausaha, semoga bermanfaat untuk perkembangan bisnis dan usaha rekan-rekan, berikut link nya:
    http://www.kaskus.co.id/thread/551d514392523336228b456d/daftar—list–perusahaan-investor-dan-funder-di-seluruh-dunia/

Leave a Reply